BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Tuesday, January 4, 2011

Dekad kedua di kota batu ini…



Dekad yg baru datang lagi..dapatku lihat wajah2 naif itu meraikan..riuh bergelak ketawa diselangi buih2 dari penunu itu ditembak merata2..berselang seli pula bunyi bagai gegak gempita yg berbunga di udara..mungkinkah warna warni yg menghiasi malam gelap pekat itu akan kekal atau hanya untuk seketika?..bila tiba masanya, langit kelam itu akan kembali memuntahkan sunyi sepi ..yg tinggal cuma sinaran bintang2 yg setia di sana tanpa kita tahu kewujudannya yg sudah berabad lama..

Seketika aku terimbau kembali memori silam.. sudah masuk dekad yg kedua rupanya aku menjejaki kota batu ini..demi sebuah cita2 aku menjadi saudagar ilmu..ku harapkan bahtera kosong yg kulayar ini akan sarat bermodal untuk ku dagangkan sebagai jaminan hidup..di mana ku harap bahtera itu bakal berlabuh di pelabuhan impian dan tidak tersasar dari kompas duniawi..di mana sauh itu pada akhirnya akan berpasak juga ke bumi nyata tidak kira betapa hebat dilanda badai..

 Di kota batu ini terasa amat laju masa mengejar..bagai baru semalam rasanya kakiku bertapak..begitu banyak ranjau..begitu banyak selut mengotori ..begitu banyak topeng berdrama yg ku jumpai..hingga satu masa aku tiada dapat memberi beza wajah aslinya..ada juga tangan ghaib kononnya menghulur bantuan..yg mulanya tidak meminta apa2 balasan..setelah sekian kalinya terbit jiwa yg hitam..terus aku hambat sebelum sesiapa pun menjadi korban..

Di kota batu ini aku belajar erti kehidupan..di sini aku dewasa sebelum waktunya..aku mesti hidup kerana aku tiada pilihan..antara sesuap nasi dan segulung kertas..mana dahulu lebih mengenyangkan?..aku tinggalkan jauh2 ketidakupayaan diri..aku percaya akan menemukan tebing sungai walau jauh tersesat ke hutan.... malu itu sudah lama aku singkirkan..sesungguhnya, aku tidak ingin sendiri karam di lautan..bahtera ini akan ku kemudi hingga tiba ke pelabuhan..

Kadang2 aku tergelincir dari landasan..terpalit duka terkaku aku menahan.. bagai sang buta meraba di dalam gelap..tanpa tongkat sakti mana mungkin aku sampai ke destinasi?..sedar tak sedar aku masih mengharap sinar di balik lorong gelap itu terangi aku hingga ke hujung… di balik sinar terang di hujung sana, ingin aku berdiri di atas kaki sendiri..sudah muak mengharap pada yg tak pasti..apa mereka perlu bukti?..walau kaki dipasak ke bumi, aku masih di sini dengan jiwa  yg masih berapi..

Di kota batu ini juga aku menemukan jiwa yg dulu telah mati..di sini aku belajar merasai debunga itu kembali..jiwa kering yg dulunya tiada peduli kembali menjadi pengabdi..mungkinkah kaca rapuh itu bakal retak lagi?..tidak serikkah aku mengejar rasa yg telah lama dibawa lari?..aku keliru..adakah aku terlalu menurut nafsu?..mencari dalam ada..dicari dalam tiada..naluri inginkan dia, yg selalu tiada di dalam jaga..akhirnya ku turut kata hati..biar aku dicari dari mencari..biarpun tidak menepati, lebih baik dari ku makan hati di kemudian hari..

Terkadang ku rasa bahtera itu goyah ditelan ego sendiri..mana mungkin dapatku kemudinya bersendiri?..ada masa kesabaranku diuji, sudah ku tepis datang lagi berbalam2 penuh iri..sudah menjadi sifat dari yg hakiki, bila syaitan menguasai,  hanya iman perisai diri..mereka megah bila sarang2 hitam sudah beraja di hati..mereka puas bila bayang2 musuh sudah ditewasi..

Sudah masuk dekad ke dua aku di kota batu ini..aku sudah boleh tersenyum sendiri..mungkin belum lengkap ilmu sebagai saudagar berjaya..mungkin masih jauh tebing pulau impian yg aku puja..aku lega bahtera yg dulu tersasar jauh sudah kembali kepada kompasnya..biar bertatih dari terus berlari..sudah ku rasa jatuh sambil berdiri, sebelum  tersembam ke muka bumi biar aku terus gagah berlari…dari jauh, sudah nampak kelibat si  rumah api..tidak berapa jauh lagi mungkin aku akan nampak sumbunya..berkat usaha tanpa henti ku harap dapat menemukan tebing pelabuhan itu di suatu hari..

Sudah masuk dekad kedua dan aku masih teguh berdiri di kota batu ini..kota yg menjanjikan aku sesuap nasi demi kelangsungan hidup..kota batu yg memberi aku harapan..kota batu saksi sisi gelap diriku yg satu lagi…kota batu di mana hati kering ku disimbah basah kembali..

Dan di kota batu ini juga aku menemukan hatiku yg sebelah lagi..ingin ku semai utuh benih2 cinta itu menjadi satu amanah..tanda cintaku ini tiada taranya..akan ku nanti saat itu penuh debar..jelapang itu sudah lama tersedia dan padi itu sudah cukup masak ranumnya..hanya menunggu masa untuk dituai bila tiba musimnya..dan sekali lagi, kota batu itu masih menjadi saksi..

Adios..

1 Comment:

  1. Nyzal Aziz said...
    adeehhhh...cayalahh...penggunaan gaya bahasa sangat mabeles..kalah aku yg dapat sastera A nih..jenuh nak mengkaji maksud tersurat dan tersiratnya..miahahaha..tulis novel aaahhh...ada bakat...huhuhu..

Post a Comment



Related Posts with Thumbnails